Thursday, March 10, 2016

Rio Haryanto Kini Di Antara Hamilton, Kimi, dan Vettel

Deru mobil-mobil F1 akan kembali memekakkan telinga pekan depan. Pada edisi yang ke-67 ini, Indonesia untuk kali pertama akan berpartisipasi langsung dalam diri Rio Haryanto.

Sejak pertama digelar pada 1949 silam, tak pernah sekalipun balapan F1 mampir di Indonesia. Dalam kurun yang sama pula tidak sekalipun ada pilot jet darat itu yang berstatus WNI. Itu bisa dipahami karena F1 tidak populer di tanah air, bahkan masih kalah jauh dengan olahraga otomotif lainnya yakni MotoGP.

Tapi dibanding MotoGP yang lebih populer dan 'merakyat', Indonesia justru lebih dulu punya pebalap F1. Rio Haryanto sudah mengantungi super license(semacam Surat Izin Mengemudi mobil F1) sejak 2012 lalu. Setelah beberapa kali menjalani ujicoba, driver 23 tahun asal Solo itu akhirnya mendapatkan tempat di ajang balap mobil paling bergengsi itu.

Dengan status pay driver, Rio akan membela Tim Manor. Tak ada target tinggi dipasang kedua pihak, karena Rio sendiri cuma berharap bisa meraih hasil lebih baik dari rekan setimnya. Mempertimbangkan status Manor sebagai tim kecil dan Rio yang merupakan debutan, masuk 10 besar untuk meraih poin saja sudah jadi capaian hebat untuknya. Sebagai catatan, musim lalu tiga pebalap Manor - Roberto Merhi, Alexander Rossi, dan Will Stevens berada di tiga posisi paling bawah klasemen.

Perubahan besar dilakukan Manor menyambut musim ini. Mereka akan memakai mesin pemenang gelar juara dunia konstrutor 2015, Mercedes, untuk menggantikan Ferrari. Tim tersebut juga mengontrak mantan Kepala Desainer Ferrari, Nicholas Tombazis, dan jebolan Ferrari lainnya dalam diri Pat Fry sebagai konsultan.

Bagaimana Rio akan menjalani musim debutnya di balapan jet darat tentunya sangat menarik dinantikan, yang pasti dia akan menjalani persaingan yang sangat ketat. Ada dua driver debutan lain sebagai pesaing Rio, mereka adalah Pascal Wehrlein (Manor) dan Jolyon Palmer (Renault). Bisa berada di atas dua pebalap itu jadi tantangan awal untuk Rio.

Di papan atas, Lewis Hamilton dijagokan akan bisa mempertahankan titel juaranya. Fakta bahwa Mercedes masih jadi tim dengan penampilan paling meyakinkan di sesi tes pramusim adalah faktor dominan untuk mengantar Hamilton bertakhta lagi di 2016. 

Menjadi pesaing utama driver Inggris itu adalah rekan setimnya sendiri, Nico Rosberg. Pekerjaan terbesardriver asal Jerman itu adalah menjaga konsistensi. 'Cuma' dapat enam kemenangan (kalah empat dibanding Hamilton), Rosberg terpaut 59 poin di klasemen akhir musim 2015.

Untuk membuat tontonan F1 jadi menarik, Ferrari harusnya bisa bangkit dan memberikan perlawanan. Setelah sama sekali gagal menang di 2014, The Prancing Horse mulai berlari dengan tiga kemenangan yang dikumpulkan Sebastian Vettel tahun lalu. 

Jika Ferrari menunjukkan indikasi bagus untuk bisa bangkit mengejar Mercedes, McLaren sepertinya masih bakal melewati periode suram. Mesin Honda hingga kini masih sangat mengkhawatirkan dan tetap tak punya daya saing saat digelar serangkaian sesi tes pramusim. Jika begitu maka Fernando Alonso dan Jenson Button masih harus bersabar berada di baris tengah, atau bahkan belakang, balapan. Dengan sejarah panjang yang dipunya sebagai tim papan atas, McLaren menjalani mimpi buruk di musim 2015. Mereka tentu saja harus bangun untuk tidak mengulangnya.

Terlepas dari anggapan bahwa F1 terus kehilangan daya tariknya, di musim ini akan ada lima juara dunia di grid F1. Mereka adalah Lewis Hamilton, Sebastian Vettel, Jenson Button, Fernando Alonso, dan Kimi Raikkonen. Khusus buat publik Indonesia, daya tarik itu bernama Rio Haryanto.

No comments:

Post a Comment